JAKARTA - Maraknya pencurian kendaraan bermotor tentu memacu para konsumen membangun sistem keamanan ekstra pada setiap kendaraannya.
Satu diantaranya dengan memasang GPS Tracking. Dengan alat ini, kendaraan bisa terpantau kemana perginya, sehingga selalu diketahui oleh sang pemilik.
Kini Bsmart, satu lagi perusahaan produsen GPS Tracking, menawarkan produk terbarunya. Dinamai M500 dan M500P, kedua alat ini bisa dipasang disetiap kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga bus atau truk.
Dengan alat ini, pemilik kendaraan bisa memantau pergerakan kendaraannya hanya melalui notifikasi SMS pada ponsel yang akan terkirim secara otomatis. Namun Bsmart bukan sekedar GPS Tracking biasa.
Menggunakan simcard layaknya ponsel, M500 dan M500P dapat menyimpan data semua hal mengenai kendaraan yang dipasangi alat tersebut. Mulai dari data kecepatan rata-rata mobil, jam bergerak dan berhenti mobil, hingga peringatan untuk melakukan servis berkala dengan acuan kilometer yang telah ditempuh kendaraan tersebut.
"Secara global kami sudah berdiri sejak 1999 dan telah tersebar di Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika Utara, Afrika Timur, dan Afrika Selatan. Di Malaysia sendiri kami sudah kerjasama dengan Proton," papar Managing Director Bsmart Stephen Teang, ketika ditemui di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2011, di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Ia menjelaskan, alat yang dipasang pada kendaraan bermotor ini nantinya akan memancarkan data-data elektronik seputar kendaran tersebut yang bisa diketahui oleh pemiliknya dengan cara mengakses situs resmi Bsmart. "Lebih dulu pelanggan harus registarasi email dan nomor ponsel pribadinya, setelah itu SMS berisi pantauan lokasi kendaraan akan dikirim, dan data-data kendaraan bisa diakses lewat browser pada PC, Laptop, iPad, dsb," lanjut Teang.
Dengan banderol Rp950 ribu dan Rp999 ribu, perbedaan antara Bsmart M500 dan M500P hanya pada jenis suplay kelistrikannya. Untuk M500 dapat disambungkan ke accu kendaraan, semenntara M500P berbentuk portable dan dilengkapi baterai yang bisa bertahan hingga tujuh hari.
VIVAnews - James Auger mahasiswa design dan Chris Melhuish, peneliti dari , Inggris berhasil menciptakan jam dinding, lampu, dan robot yang berbeda dengan robot pada umumnya.
Tidak menggunakan listrik, baterai, atau pembangkit listrik tenaga surya, perangkat-perangkat tersebut mendapatkan energi dari serangga, khususnya lalat.
Auger menyebutkan, ia mendapatkan ide tersebut saat mengamati bagaimana tumbuhan mampu mendapatkan energi dan bertahan hidup dengan mengonsumsi serangga yang hinggap. Berikut video: Jam Dinding Pemakan Serangga.
Menggunakan teknologi yang disebut dengan microbial fuel cell, peneliti memanfaatkan bakteri dan makanan (bangkai serangga yang ditangkap).
Setelah bakteri mengonsumsi makanannya, peneliti mengambil elektron yang ada di dalam bakteri tersebut dan dijadikan listrik. Listrik inilah yang menjadi sumber energi bagi robot, jam, ataupun lampu yang bersangkutan.
Sebagai gambaran, 8 bangkai lalat bisa memasok listrik untuk beroperasi selama 12 hari.











